Followers

Showing posts with label Unit Pembangunan Insan. Show all posts
Showing posts with label Unit Pembangunan Insan. Show all posts

Thursday, February 13, 2014

Talkshow Nisa': "Sebenarnya, Saya Bidadari itu" :: 16 Februari 2014 (Ahad)

Assalamulaikum wahai bidadari-bidadari dunia akhirat :),


InsyaAllah kami di Nisa' Wangsa Maju berbesar hati untuk menjemput semua muslimin dan muslimat ke talkshow dengan tajuk yang cukup menarik! Jom sama-sama kita berkongsi ilmu dan pengisian sebagai muslimat idaman syurga dalam menjadikan Islam sebagai cara hidup sepenuhnya. Jangan lupa temu janji kita ya! :) see you...

Maklumat lengkap berkenaan talkshow tersebut seperti di bawah:
 

Thursday, July 8, 2010

4 Tanda Solat Diterima





Dalam Hadis Qudsi disebutkan mengenai orang-orang yang diterima sholatnya oleh Allah Swt, "Sesungguhnya Aku (Allah Swt.) hanya akan menerima sholat dari orang yang dengan sholatnya itu dia merendahkan diri di hadapan-Ku. Dia tidak sombong dengan makhluk-Ku yang lain. Dia tidak mengulangi maksiat kepada-Ku. Dia menyayangi orang-orang miskin dan orang-orang yang menderita. Aku akan tutup sholat orang itu dengan kebesaran-Ku. Aku akan menyuruh malaikat untuk menjaganya. Dan kalau dia berdoa kepada-Ku, Aku akan memperkenankannya. Perumpamaan dia dengan makhluk-Ku yang lain adalah seperti perumpamaan firdaus di surga."


Dalam hadis qudsi tersebut disebutkan bahwa tanda-tanda orang yang diterima sholatnya oleh Allah Swt., adalah:
PERTAMA
Dia datang untuk melaksanakan sholat dengan merendahkan diri kepada-Nya. Dalam Al-Quran, keadaan seperti itu disebut dengan khusyu'. Dan sholat yang khusyu' adalah salah satu tanda orang yang mukmin. Yang disebut dengan sholat yang khusyu' itu bukan yang tidak ingat apa pun. Karena orang yang tidak ingat apa pun itu disebut pingsan.
Diriwayatkan bahwa Sayyidina Ali bin Abi Thalib, apabila hendak melakukan sholat, tubuhnya gemetar dan wajahnya pucat pasi. Sehingga ketika ada orang yang bertanya kepadanya, "Mengapa Anda ya Amirul Mukiminin?" Sayyidina Ali menjawab, "Engkau tidak tahu bahwa sebentar lagi aku akan menghadapi waktu amanah." Kemudian, Sayyidina Ali membacakan sebuah ayat Al-Quran, "Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya. Dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh" (QS 33: 72).
Kemudian Sayyidina Ali melanjutkan ucapannya, "sholat adalah suatu amanat Allah yang pernah ditawarkan kepada langit, bumi, dan bukit untuk memikulnya. Tetapi, mereka menolaknya dan hanya manusia yang sanggup memikulnya. Memikul amanat berarti mengabdi kepadaNya."
KEDUA
Dia tidak sombong dengan makhluk-Ku yang lain. Jadi, tanda orang yang diterima sholatnya ialah tidak takabur. Takabur, menurut Imam Al-Ghazali, ialah sifat orang yang merasa dirinya lebih besar daripada orang lain. Kemudian ia memandang enteng orang lain itu. Boleh jadi ia bersikap demikian dikarenakan ilmu, amal, keturunan, kekayaan, anak buah, atau kecantikannya. 
Kalau Anda merasa besar karena memiliki hal-hal itu dan memandang enteng orang lain, maka Anda sudah takabur. Dan sholat Anda tidak diterima. Bahkan dalam hadis lain disebutkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda, "Takkan masuk surga seseorang yang dalam hatinya ada rasa takabur walaupun sebesar debu saja."
Biasanya masyarakat akan menjadi rusak kalau di tengah-tengah masyarakat itu ada orang yang takabur. Kemudian takabur itu ditampakkan untuk memperoleh perlakuan yang istimewa. Dan anehnya, seringkali sifat takabur ini menghinggapi para aktivis masjid atau aktivis kegiatan keagamaan. Mereka biasanya takabur dengai ilmunya dan menganggap dirinya paling benar.
KETIGA
Tanda orang yang diterima sholatnya ialah orang yang tidak mengulangi maksiatnya kepada Allah Swt. Nabi yang mulia bersabda, "Barangsiapa yang sholatnya tidak rnencegahnya dari kejelekan dan kemungkaran, maka sholatnya hanya akan menjauhkan dirinya dari Allah Swt." Dalam hadis yang lain, Rasulullah Saw. bersabda, "Nanti, pada Hari Kiamat, ada orang yang membawa sholatnya di hadapan Allal Swt. Kemudian sholatnya diterima dan dilipat-lipat seperti dilipat-lipatnya pakaian yang kotor dan usang. Lalu sholat itu dibantingkan ke wajahnya."
Allah tidak menerima sholat itu karena sholatnya tidal dapat mencegah perbuatan maksiatnya setelah ia melakukan maksiat tersebut. Bukankah Al-Quran telah mengatakan, "...Sesungguhnya sholat mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar..." (QS 29:45).
KEEMPAT
Orang yang diterima sholatnya ialah orang yang menyayangi orang-orang miskin. Kalau diterjemahkan dengan kalimat modern, hal ini berarti orang yang mempunyai solidaritas sosial. Dia bukan hanya melakukan rukuk dan sujud saja, tetapi dia juga memikirkan penderitaan sesamanya. Dia menyisihkan sebagian waktu dan rezekinya untuk membahagiakan orang lain.
Kalau dalam sholat Anda, Anda sudah merasakan kebesaran Allah dan tidak takabur; dan kalau Anda sudah tidak mengulangi perbuatan maksiat sesudah sholat; dan kalau Anda sudah mempunyai perhatian yang besar terhadap kesejahteraan orang lain, maka Allah akan melindungi Anda dengan jubah kebesaran-Nya. Allah akan memberi kepada Anda kemuliaan dengan kemuliaan-Nya, dan membungkus Anda dengan busana kebesaran-Nya. samping itu, Allah akan menyuruh para malaikat untuk menjaga Anda; dan para malaikat itu akan berkata sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Quran,"Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat. Didalamnya kamu akan memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang telah dijanjikan oleh Allah kepadamu" (QS 41: 31)

Tuesday, June 1, 2010

Freedom for Gaza

Wednesday, November 18, 2009

Mengenang Hari Kewafatan Sayyidah Zainab Binti Ali.....

Sayyidah Zainab adalah seorang perempuan mulia. Seorang perempuan yang ketika gelombang musibah besar menimpanya, dia tetap tidak melupakan Tuhan dan sama sekali tidak beranjak dari keyakinannya. Tidak sedetik pun dia ragu dalam mengemban tugas penyampaian risalah Ilahi. Perempuan mulia itu adalah Sayyidah Zainab s.a. Dialah yang menyampaikan pesan kebangkitan Imam Husein kepada dunia dan hari ini umat Islam merasa bangga untuk meneladaninya.

Ketika manusia menggunakan usianya untuk menegakkan kebenaran dan nilai-nilai ilahiah, ia akan menjadi abadi dalam sejarah. Jalan dan cara yang ditempuhnya akan menjadi ilham buat generasi berikutnya. Oleh karena itulah, kita menyaksikan hari ini nama Zainab dan kehidupannya amat meninggalkan pengaruh dalam kehidupan manusia.Karin, seorang perempuan Jerman telah memilih nama Zainab setelah dia memeluk agama Islam. Ketika ditanya mengenai motifnya dalam memilih nama tersebut, ia berkata, "Kisah kehidupan Rasulullah SAWW dan Ahlul Bait senantiasa menarik perhatian saya. Khususnya, dalam riwayat kebangkitan Imam Husein a.s., ketokohan Zainab benar-benar memiliki keistimewaan khusus.
Pengorbanan perempuan suci ini dalam menanggung duka kesedihan akibat kematian saudaranya dan juga orang-orang yang disayanginya sangatlah layak dipuji dan diteladani. Meskipun menderita duka lara yang amat dalam, beliau tetap teguh menyampaikan risalah kebangkitan Imam Husein a.s. Kehidupan Zainab memberikan pelajaran dan keteladanan untuk saya. Setiap kali saya berhadapan dengan masalah, saya segera teringat kepadanya. Nama Zainab memberi ketenangan yang khusus bagi saya ketika saya berada di puncak kesulitan. Itulah sebabnya saya memilih nama Zainab untuk diri saya."

Zainab dibesarkan oleh ayahnya yang pemberani Imam Ali a.s. dan ibunya yang suci, Fatimah Az-Zahra. Para sejarawan mengatakan Zainab mewarisi keberanian, kepahlawanan, dan kefasihan dalam berbicara dari ayahnya Imam Ali a.s. serta kebaikan, kelembutan, dan pengorbanan dari ibunya Fatimah Az-Zahra. Zainab sejak kecil senang belajar dan menuntut ilmu pengetahuan. Kecintaannya kepada ilmu inilah yang menyebabkan dia mempunyai pandangan yang mendalam dalam ilmu dan makrifat Islam.

Perempuan agung ini juga aktif dalam mendidik agama kaum muslimah di zamannya. Banyak kaum muslimah pada era itu yang berhasil mencapai tahap tinggi spiritual setelah belajar dari Sayyidah Zainab. Kehidupan Zainab dibaktikannya untuk menyebarkan ajaran dan makrifat tauhid dan untuk melaksanakan tanggung jawab sosialnya. Dengan keikutsertaannya dalam kisah kepahlawanan terbesar dalam sejarah umat manusia, yakni kebangkitan Imam Husein a.s. di Padang Karbala, Sayyidah Zainab telah memainkan sebuah peran yang abadi.

Siapapun yang pernah mendengar peristiwa tragedi Karbala dan mendengar nama Zainab, akan menyimpulkan bahwa dalam tragedi ini, beliau adalah seorang guru yang sabar serta seorang jururawat yang penuh perhatian. Dia juga turut memperkokoh jiwa lasykar Imam Husein, merawat yang luka mereka, dan memberi obat penawar kepada hati yang terluka. Dalam kondisi yang sedemikian tegang dan penuh kesengsaraan di tengah Padang Karbala, ia tetap tekun berdoa dan bermunajat kepada Tuhan di tengah malam. Imam Sajjad a.s. pernah berkata, "Aku melihat bibiku melakukan sholat dalam keadaan duduk karena tengah menanggung kelaparan yang amat sangat."

Periode penyampaian risalah yang amat berat yang diemban oleh Zainab bermula ketika tragedi di Karbala terjadi. Tragedi ini secara lahiriah berakhir dengan kesyahidan Imam Husein a.s. Namun, Sayyidah Zainab tidak membiarkan kesyahidan Imam Husain lenyap dan dilupakan begitu saja oleh umat manusia. Beliau menjalankan peran sebagai penyampai risalah perjuangan Imam kepada umat manusia.
Sayyidah Zainab secara berani mempertahankan hak-hak Ahlul Bait Rasulullah dan sama sekali tidak membiarkan musuh menggunakan tragedi Karbala bagi keuntungan politik mereka. Dalam peristiwa Karbala, Yazid dan pendukungnya menyangka bahwa mereka telah sukses dalam mengalahkan Ahlul Bait. Tetapi ketika para tawanan Ahlul Bait tiba di Kufah dari Karbala, lewat khutbah terkenalnya, Sayyidah Zainab menyingkap identitas Yazid sehingga menguncang rakyat Kufah dan Syam. Mereka yang selama ini tidak mengenal hakikat Ahlul Bait merasa menyesal dan mengalirkan air mata

Zainab senantiasa mengingatkan manusia kepada tanggung jawab mereka terhadap agama yang telah dibawa oleh Rasulullah dan juga keharusan mereka untuk menjadi penganut agama yang suci dan ikhlas.

Meskipun Zainab tidak menjalani kehidupan yang lama setelah tragedi Karbala, tetapi dalam masa singkat itu dia sempat menyemai benih-benih kesadaran dan kemuliaan Islam ke seluruh dunia. Srikandi ini meninggalkan dunia yang fana ini pada tahun 62 Hijriah.

Berikut ini adalah petikan pidato bersejarahnya di hadapan Yazid yang memperlihatkan kefasihan dan keberanian beliau. "Aku bersumpah dengan nama Allah, bahwa aku tidak takut kepada siapapun kecuali Allah dan hanya kepada Allahlah tempat aku mengadu. Wahai Yazid, engkau bisa melakukan segala tipu daya, tetapi ketahuilah engkau tidak akan mampu untuk menghapuskan kenangan atas kami dan jalan kami."

Thursday, October 8, 2009

Penyakit Hati..

Hati yang sakit mengakibatkan pandangan dan tanggapan hati terhadap sesuatu tidak betul. Hati yang sakit menyebabkan kebenaran tidak dapat dilihat walaupun ianya merupakan satu kebenaran, hati yang sakit melihat kebatilan sebagai satu kebenaran, atau ia melemahkan pemahamannya terhadap sesuatu kebenaran lalu mematikan hatinya untuk menerima kebenaran.Hati yang sakit menyebabkan hati membenci kebenaran yang memberi kebaikan kepadanya.

Hati yang sakit menyukai kebatilan sedangkan kebatilan itu akan memudaratkannya. Hati yang sakit juga tidak tahu memilih antara kebenaran dan kebatilan, akhir cenderung kepada kebatilan kerana mengikut hati dan perasaan.Justeru orang yang hatinya sakit sukar untuk melihat kebenaran sebagai kebenaran dan kebatilan sebagai kebatilan. Apabila melihat sesuatu dia akan melihat manusia yang melakukan atau kejadian semulajadi, lupa bahawa Allah swt yang sebenarnya menjadikan tiap sesuatu.
Apabila ditimpa bala dan bencana, mereka melihat manusia yang menyebabkan bala bencana tetapi mereka tidak nampak ia merupakan qada' dan qadar dari ilahi.Berbeza dengan orang yang hatinya sihat dengan cahaya keimana, mereka melihat semua perkara ada hikmahnya dan ditentukan oleh Allah swt, pasrah dan redha menjadi hiasan hati, kehidupan yang bahagia sentiasi dimiliki.قال رسول الله صلى الله عليه وسلم عجبا لأمر المؤمن إن أمره كله خير إن أصابته سراء شكر فكان خيرا له وإن أصابته ضراء صبر وكان خيرا له وليس ذلك لأحد إلا للمؤمن

Maksudnya; Sungguh menghairankan urusan orang beriman, Semua urusannya baik, apabila mendapat nikmat kesenangan, ia bersyukur, maka baiklah baginya dan apabila ditimpa kesusahan, ia bersabar maka baik jugalah baginya. Dan sifat tersebut tidak ada melainkan bagi orang yang beriman.
Kebiasaannya orang yang hatinya sakit tidak merasa tenang, tidak merasa bahagia walaupun dikelilingi berbagai nikmat dan kemewahan, hatinya sentiasa gelisah dan keluh kesah dalam menghadapi kerenah kehidupan, kebiasaannya membuat sesuatu diluar dari kewajaran dan rasional.
Hatinya penuh dengan macam-macam penyakit hati menyebabkan sakitnya bertambah parah.Sebab-sebab hati sakit;

1.Lupakan Allah, lupa dari mengingati Allah, lupa bahawa Allah tidak alpa dari apa yang dilakukan oleh manusia, lupa bahawa Allah lah yang menentukan segalanya, lupakan Allah kerana kurang mengingati Allah, dan hati lebih terikat kepada perkara-perkara yang disukai selain Allah.

2.Lupakan perintah-perintah Allah kerana tidak suka kepadanya, mengutamakan keseronokan dan hatinya sentiasa terikat dengan dorongan nafsu syaitan.

3.Lupakan hari kiamat, tidak mengingati mati, kurang mengingati dosa dan pahala, kurang mengingati hari pembalasan, syurga dan nerakaApabila ketiga-tiga sebab tadi terangkum dalam hati manusia maka beratlah untuk melakukan ibadah, sebaliknya ringan pula untuk melakukan dosa dan maksiat, mengutamakan urusan dunia dan meninggalkan urusan berkaitan akhirat, mendahulukan keinginan nafsu dan mengambil ringan perintah Allah, melampaui batasan-batasan agama, menjadi orang yang zalim dan mendahulukan keinginan diri dari kehendak Allah
Perkara-perkara yang boleh merosakkan hati;

1.Jahil agama.

2.Pergaulan dengan orang-orang yang hatinya sudah rosak, hatinya mati dan menjadikan mereka sebagai teman.

3.Suka berangan-angan dan berkhayal tentang sesuatu yang tak kan dapat dicapai.

4.Bergantung dengan selain daripada Allah swt.

5.Banyak makan dan sentiasa memikirkan tentang makanan, tidak menghiraukan halal haram dalam urusan makanan.

6.Banyak tidur, orang yang banyak tidur mensia-siakan masa, pelupa dan pemalas